Kain
Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang
sangat terkenal. Kain yang didominasi warna merah, hitam, dan putih ini
biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Dahulu, kain ini hanya
digunakan sebagai selendang dan sarung untuk pasangan kebaya, namun pada saat
ini telah mengalami modifikasi sehingga lebih menarik dan bernilai ekonomis,
misalnya dijadikan sebagai produk suvenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas,
pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan kain gorden.
Tampilkan postingan dengan label kain indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kain indonesia. Tampilkan semua postingan
Kain Ulos
Diposting oleh Unknown di 21.57 Label: kain indonesia
sejarah kain tapis indonesia
Diposting oleh Unknown di 21.47 Label: kain indonesia
Kain Tapis merupakan salah satu jenis
kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap
lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, munculnya kain
tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan
teknik tenun, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan
perkembangan kebudayaan masyarakat.
kain tapis indonesia
Kain tapis merupakan salah satu jenis
kerajinan tradisional masyarakat
Lampung dalam
menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta
Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap
waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara
memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan
masyarakat.
Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang Lampung telah menenun kain brokat yang disebut nampan (tampan) dan kain pelepai sejak abad
ke-2 Sebelum Masehi. Motif kain ini ialah kait dan kunci (key and rhomboid
shape), pohon hayat, dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah
meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat,
disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh.
Hiasan-hiasan yang
terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang
sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur
pengaruh taradisi Neolitikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia.
Masuknya agama Islam di
Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis. Walaupun unsur
baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan.
Adanya komunikasi dan
lalu lintas antar kepulauan
Indonesia sangat
memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia
kemaritiman atau disebut dengan zaman bahari sudah mulai berkembang sejak zaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa
pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan
islam antara tahun 1500 - 1700 .
Sejarah tapis juga didapat dari Muhammad Ridho Pratama Putra (Dido Zulkarnaein). Muhammad Ridho Pratama Putra, berpendapat bahwa:
Sejarah Tapis Sejak Masa Pra-Sejarah
Sejarah mencatat bahwa
masyarakat Lampung telah mengenal tenun Pelepai dan Nampan sejak abad ke-2 SM. (menurut Van der Hoop = sejarawan asal Belanda).
Translate
Total Tayangan Halaman
Labels
Blog archive
-
▼
2014
(49)
-
▼
Februari
(27)
- Tari-tarian Daerah Riau
- Tari-tarian Daerah Maluku
- Tari-tarian Daerah DKI Jakarta
- TARI DAYAK
- tari gambyong
- Tari-tarian Daerah Jawa Barat
- Tari-tarian Daerah Bengkulu
- Tari barong
- Tari Tradisional Kuda Lumping
- Tari Barong & Tari Kecak
- Tari pendet
- Tari Piring
- Kain Ulos
- sejarah kain tapis indonesia
- makanann khas Madura
- Suku Betawi
- Rumah adat jawa timur
- jawa tengah
- makanan khas jawa timur
- Biografi Lengkap Didi Nini Thowok
- makanan khas kalimantan
- asal usul orang minang
- minangkabau
- Banten
- masakan maluku
- suku palembang
- sejarah batak
-
▼
Februari
(27)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Powered by WordPress
©
Sunrise - Designed by Matt, Blogger templates by Blog and Web.
Powered by Blogger.
Powered by Blogger.